Saran

Disarankan memakai headset, earphone, atau TWS agar semakin terbawa suasana, hehe. 🤍

Happy Birthday, Nurul Helda. 🤍

Hari ini usiamu bertambah satu tahun.

Aku kepikiran ngasih sayang sesuatu tapi aku bingung. Jadi aku bikin ini, sesuatu yang menceritakan perjalanan kita.

Jadi... kalau sayang berkenan, ada satu cerita yang ingin aku ceritakan lagi.

Bukan karena sayang lupa.

Tapi karena menurutku, beberapa cerita memang layak untuk dikenang berkali-kali.

Bandung, Februari 2023.

Kalau ada yang bertanya di mana semuanya dimulai, jawabannya mungkin sederhana.

Bandung.

Kita datang ke kota itu dengan alasan yang sama.

Magang. Belajar. Dan kebetulan sama-sama jadi Software Engineer.

Waktu itu, kita hanyalah dua orang asing yang kebetulan berada di tempat yang sama.

Nggak ada yang istimewa.

Nggak ada firasat.

Nggak ada yang tahu kalau beberapa bulan setelahnya, salah satu keputusan terbaik dalam hidupku adalah tetap menjaga komunikasiku denganmu setelah kita pulang.

Kalau dipikir-pikir sekarang... Lucu juga ya.

Ternyata lima bulan bisa mengubah banyak hal.

Hal-Hal Kecil yang Masih Aku Ingat

Telegram

Percakapan pertama kita bahkan bukan tentang perasaan.

Kita cuma sama-sama lagi struggle mengurus administrasi untuk magang.

Kalau saja waktu itu aku nggak ngechat kamu, mungkin kita nggak sedekat itu.

Kita sudah dekat bahkan sebelum bertemu.

Magang

Selama beberapa bulan di GITS, kita bekerja, belajar, berdiskusi, dan sesekali bercanda.

Saat itu aku memang sudah menyukaimu.

Tapi aku juga sadar bahwa tidak semua perasaan harus buru-buru diungkapkan.

Jadi aku memilih menikmati setiap percakapan yang kita punya.

Villa

Masih ingat acara di villa waktu makrab?

Saat semua orang saling bertukar pesan secara anonim.

Aku meninggalkan satu pesan kecil.

Let me stand by you.

Dulu pesan itu hanya sebuah kode. Sekarang, setelah semua perjalanan yang kita lewati, rasanya kalimat itu punya arti yang jauh lebih besar daripada saat pertama kali aku menulisnya.

Perjalanan Pulang

Setelah Bandung, kita pulang ke arah yang berbeda.

Aku menuju Jombang.

Kamu menuju Medan, lalu melanjutkan perjalananmu ke Aceh.

Waktu itu aku sempat bertanya-tanya... Apakah setelah ini kita akan tetap saling berbicara?

Ternyata jawabannya adalah iya.

Dan sampai hari ini, aku masih sangat bersyukur karena itu.

Lima bulan.
Tiga tahun.

Kadang aku masih heran.

Kita hanya berada di kota yang sama selama sekitar lima bulan.

Tapi setelah itu, kita justru menghabiskan waktu yang jauh lebih lama dengan dipisahkan oleh jarak.

Sudah tiga tahun.

Belum pernah bertemu lagi.

Tapi entah kenapa, rasanya kamu tetap selalu dekat.

Mungkin karena rumah tidak selalu berarti tempat.

Kadang, rumah adalah seseorang yang selalu bisa kita tuju, meski hanya lewat sebuah panggilan atau pesan sederhana.

Makasih karena sudah tetap memilih berjalan bersamaku sampai hari ini.

Setelah magang berakhir, kita kembali ke tempat masing-masing. Bandung adalah tempat awal. Jombang adalah tempat aku pulang, lalu lanjut ke Jember. Medan dan Aceh adalah perjalananmu selanjutnya. Jaraknya jauh. Tapi ternyata, jarak tidak berarti banyak kalau kedua orang itu memang memilih untuk tetap saling menjaga.

Hal-Hal yang Paling Aku Syukuri

Aku bersyukur karena kita bertemu.

Aku bersyukur karena kamu tetap mau chatan sama aku.

Aku bersyukur karena kita tidak berhenti saling menghubungi setelah Bandung.

Aku bersyukur karena di setiap hari yang sulit, aku selalu tahu ada seseorang yang bisa kuhubungi.

Aku bersyukur karena kamu tetap menjadi dirimu sendiri.

Lembut. Tenang. Baik hati, meski vibesnya agak tomboy, hehe.

Aku sukaaaa banget sama kamu.

Aku menerimamu apa adanya.

Dan kamu selalu membuatku merasa diterima apa adanya.

Kenangan

Lima Bulan yang Singkat

Lima bulan terasa sebentar. Tapi cukup untuk mengenal seseorang dengan cara yang sulit dijelaskan.

Awalnya kita hanya dua orang asing yang kebetulan magang di tempat yang sama.

Foto yang Sedikit

Kamu jarang foto. Seringnya jika kirim hampir selalu sekali lihat. Tapi mungkin justru karena itu, setiap foto yang aku dapat terasa lebih berharga.

Foto keluarga GITS
keluarga yang mempertemukan kita
Foto Wisuda
yey wisuda, ngebut banget lulusnya
Foto Helda waktu kerja
semangat kerjanya ❤️
Foto Helda sama Mama
Mama, Bou Helda, dan ponakan
Foto Keluarga Kecil Helda
keluarga kecilnya Helda
Foto Helda Mendaki
cewek tomboy lagi mendaki. ni foto kayaknya aku nyolong wkwk
Foto Helda Kalem
meski agak tomboy tapi kelihatan anggun, kalem, lembut. ni kayaknya aku juga nyolong wkwk

📸???

Kita kapan foto bareng berdua ya

Meskipun fotonya cuma sedikit dan kita belum pernah benar-benar foto berdua, it's okay, kenangan tidak diukur dari seberapa banyak fotonya.

Heldaku sayangg..,

Terima kasih.

Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari hidupku selama beberapa tahun terakhir.

Terima kasih karena sudah sabar menghadapi segala kekuranganku.

Terima kasih karena tetap percaya pada hubungan yang sering kali hanya ditemani layar, pesan, dan panggilan.

Aku tahu hubungan kita belum sempurna.

Masih ada banyak rencana yang belum terwujud.

Masih ada banyak tempat yang belum sempat kita datangi bersama.

Masih ada banyak foto yang belum sempat kita ambil.

Tapi mungkin justru itu yang membuatku semakin bersemangat menjalani hari-hari ke depan.

Karena masih ada begitu banyak cerita yang belum kita tulis.

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa tahun lagi.

Tapi aku tahu satu hal.

Aku masih ingin berjalan bersamamu.

Seperti pesan kecil yang pernah kutinggalkan dulu.

Let me stand by you.

Dan kalau kamu mengizinkan...

Aku ingin terus melakukannya.

Selamat Ulang Tahun, Nurul Helda. 🤍

Semoga di usia yang baru ini kamu selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, ketenangan, dan kemudahan dalam setiap langkahmu.

Semoga semua impian yang sedang kamu perjuangkan perlahan menjadi kenyataan.

Semoga kamu tidak pernah kehilangan senyum yang selama ini selalu berhasil membuat hariku terasa lebih baik.

Dan semoga, suatu hari nanti, kita tidak lagi hanya mengenang Bandung.

Melainkan mulai membuat kenangan-kenangan baru bersama.

Selamat ulang tahun.

Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita yang paling indah dalam hidupku sejauh ini.

Sampai bertemu lagi.

Semoga tidak lama lagi. 🤍